PENGARUH BUDAYA ASING DI INDONESIA
 
Budaya asing merupakan budaya yang berasal dari negara lain, contohnya budaya barat yang berasal dari negara-negara di benua Eropa, Amerika, Australia, ataupun negara-negara yang identik dengan “kulit putih”. Ada juga budaya timur yang identik  dengan negara-negara yang berada di Asia Barat. Meskipun budaya asing yang masuk ke Indonesia membawa pengaruh positif, akan tetapi ada juga pengaruh negative yang diakibatkan oleh budaya asing tersebut. Pengaruh budaya asing menyebabkan keguncangan budaya (culture shock) sehingga mengakibatkan masyarakat Indonesia menjadi individualistis dan menyebarnya perilaku konsumtif.
 Pertama, pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan kegunjangan budaya (cultural shock). Guncangan Budaya yaitu masuknya suatu budaya baru ke dalam budaya lain di suatu negara sehhingga menyebabkan adanya perubahan mendadak dalam budaya yang ada di Negara tersebut. Budaya asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan perubahabn nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia.
Selain itu, budaya asing menyebabkan lemahnya budaya Indonesia atau lunturnya budaya Indonesia karena masyarakat Indonesia, khususnya kalangan muda, lebih tertarik dengan budaya asing dibandingkan dengan mempelajari kebudayaannya sendiri. Guncangan Budaya tersebut juga menyebabkan adanya perubahan cara berpakaian masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sebelumnya berpakaian tertutup, sopan, dan rapi, sekarang banyak masyarakat Indonesia, khususnya kalangan muda yang memilih untuk berpakaian terbuka, ketat, dan terlihat kurang sopan. Contohnya yaitu anak muda senang memakai pakaian ketat agar terlihat lebih modern.
Kedua, pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi individualistis. Sikap masyarakat Indonesia yang individualistis terlihat sejak masuknya budaya asing di Indonesia. Masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di daerah perkotaan menjadi mempunyai pola pikir bahwa kepentingan diri sendiri adalah hal yang paling utama dibandingkan kepentingan orang lain. Sikap individualistis ini dapat melemahkan budaya Indonesia, seperti budaya gotong royong, dan memecahkan suatu permasalahan secara bersama melalui musyawarah.

Selain itu sikap individualistis ini dapat melemahkan bahkan menghilangkan nilai-nilai budaya Indonesia. Masyarakat Indonesia di mata dunia dikenal sebagai masyarakat yang ramah, sopan, dan murah senyum. Akan tetapi budaya asing yang memberikan pengaruh sikap individualistis ini menyebabkan nilai keramah-tamahan masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal didaerah perkotaan menjadi berkurang  contohnya, sikap tegur sapa dan memberikan senyum jarang ditemukan di daerah peerkotaan dibandingkan di daerah pedesaan.

Ketiga, pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi konsumtif. Perilaku konsumtif ini menyebabkan berubahnya pola pikir masyarakat Indonesia menjadi matrealistis. Barang-barang mewah pun menjadi hal yang primer bagi sebagian kalangan. Perilaku konsumtif ini dapat menyebabkan lunturnya produk-produk dalam negeri. Masyarkat akan lebih memilih membeli produk-produk luar negeri dengan harga yang lebih mahal dibandingkan membeli produk dalam negeri. Bahwa produk yang berasal dari luar negeri adalah lebih baik dari pada produk dalam negeri. Hal ini akan berakibat pada munculnya kesenjangan sosial.

Kesenjangan sosial muncul ketika terdapat perbedaan besar antara kesejahteraan antara mayarakat atas dan kelas bawah. Dengan masuknya budaya asing yang membawa pengaruh perilaku konsumtif akan menyebabkan masyarakat Indonesia yang berada di kelas bawah akan semakin terpuruk. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia menyukai mengganti gadget lamanya dengan membeli gadget keluaran terbaru agar mengikuti perkembangan zaman.
Budaya asing selain membawa pengaruh positif, juga membawa perilaku negatif yang harus dihindari oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia sebaiknya pandai dalam menyaring budaya yang masuk ke Indonesia dengan mengetahui mana hal yang buruk dan mana hal yang baik untuk diikuti. Orang tua juga berperan penting dalam mengawasi anak- anaknya agar tidak mengikuti pengaruh buruk dari budaya asing yang masuk di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan cara membuat peraturan-peraturan untuk mencegah terjadinya pengaruh negatif dari masuknya budaya asing ke Indonesia.

Komentar